Tentang GKI Gejayan
Berakar dalam iman,
bertumbuh bersama.
Mengenal perjalanan, panggilan, dan orang-orang yang mengambil bagian dalam kehidupan persekutuan GKI Gejayan Yogyakarta.
Jelajahi perjalanan kamiMenjadi Komunitas anak-anak Bapa yang bertumbuh dinamis dan berdampak bagi masyarakat multikultur di Indonesia.
Membina warga jemaat GKI Gejayan agar siap menerima pengutusan Tuhan kemanapun.
Slogan
Satu Orang·Satu Pelayanan·Satu Care Group
Sebuah ajakan untuk setiap warga jemaat mengambil bagian dalam kehidupan bersama, menemukan ruang untuk melayani, dan bertumbuh dalam komunitas.
Dasar Bersama
Konfesi GKI 2014
Pengakuan iman GKI yang menjadi penegasan iman yang kontekstual dan formal dalam kehidupan Gereja Kristen Indonesia.
Perjalanan
Sejarah GKI Gejayan
Dari sebuah persekutuan wilayah hingga menjadi komunitas gereja yang terus bertumbuh dan melayani.
1990-an
Izin pendirian gedung gereja diterbitkan pada 26 April 1991. Area lahan yang dimiliki saat itu sekitar 840-an meter persegi dengan luasan bangunan ±440-an meter persegi, diperuntukkan sebagai ruang ibadah, konsistori, ruang pendeta, ruang kantor administrasi, dapur, dan gudang.
1992–1996
Gedung tersebut kemudian menjadi Pos PI Gejayan dengan ±90 anggota jemaat. Seiring pertumbuhan jemaat, frekuensi ibadah meningkat menjadi dua kali pada Mei 1994 dan tiga kali mulai Januari 1996. Sekolah Minggu, Persekutuan Pemuda, dan Pemahaman Alkitab juga mulai berjalan secara rutin.
1996–2000
Persekutuan berkembang mencakup Sekolah Minggu, Pra-Remaja, Remaja, Pemuda, Dewasa Muda, dan pembinaan bagi jemaat dewasa. Dalam bidang Kesaksian dan Pelayanan, Bajem Gejayan turut aktif dalam aksi nasi peduli, pengobatan gratis, pembagian sembako, bantuan bagi masyarakat pra-sejahtera, beasiswa, dan berbagai pelayanan lainnya.
3 Maret 2000
Kebaktian pendewasaan mengangkat tema “Berakar ke Bawah dan Bertumbuh ke Atas” sekaligus mengangkat 18 anggota Majelis Jemaat untuk pertama kalinya.
2001–2018
Pada 3 Maret 2009, Pnt. Ratna Indah Widhiastuty ditahbiskan sebagai pendeta GKI Gejayan. Setahun kemudian, Pnt. Hadyan Tanwikara ditahbiskan sebagai pendeta berbasis pelayanan di GKI Gejayan. Pada 27 Februari 2018, Pnt. Guratan Pamentasing Pragolaesa ditahbiskan sebagai pendeta berbasis pelayanan di GKI Gejayan.
2000–2004
Hasil evaluasi tumbuh kembang pada 2000 hingga awal 2004 menunjukkan jumlah jemaat berada pada kisaran 10–18 orang. Karena aktivitas di luar ibadah Minggu tetap banyak dilakukan di GKI Gejayan, Majelis Jemaat memutuskan menutup Pos PI Cik Di Tiro pada 2 Mei 2004.
2004–2018
Pada 14 Juni 2014 statusnya menjadi GKI Gejayan Pos Jemaat Adisucipto, kemudian menjadi GKI Gejayan Bakal Jemaat Adisucipto pada 12 Februari 2016, dan akhirnya didewasakan menjadi GKI Adisucipto pada 1 Agustus 2018.
19 Agustus 2018
Kebaktian perdana Pos Kebaktian The Grace dilaksanakan di Hartono Mall pada 19 Agustus 2018 dengan dua jam ibadah, yaitu pukul 08.30 dan 17.00. Frekuensi kemudian berkembang menjadi tiga kali pada awal Februari 2019 dan empat kali mulai awal September 2019.
2022–sekarang
Pos Kebaktian The Grace menjadi bagian dari kehidupan dan pelayanan GKI Gejayan hingga saat ini.
Galeri sejarah
Pendeta GKI Gejayan
Pendeta Jemaat
Para pendeta yang melayani dan mendampingi kehidupan jemaat GKI Gejayan.

Pendeta
Priskila Ratna Indah Widhiastuty, M.Si.

Pendeta
Guratan Pamentasing Pragolaesa, M.Th.

Pendeta
Paulus Cahya Purnama
Majelis Jemaat
Badan Pekerja Majelis Jemaat
Struktur BPMJ GKI Gejayan dalam menjalankan tugas pelayanan dan penatalayanan jemaat.
Majelis Jemaat
Penatua Pelayan Bidang
Para penatua yang mengambil bagian dalam pelayanan di masing-masing bidang.
Pelayanan
Pembina
Orang-orang yang mendampingi dan mendukung berbagai bidang pelayanan di GKI Gejayan.
Kantor
Staff Kantor
Tim yang mendukung pelayanan administratif dan operasional GKI Gejayan.
GKI Gejayan Yogyakarta