TINGGAL DI DALAM YANG BENAR

Bacaan:

 
 

Tanggal 1/2 Mei 2021

DNA (bahasa Inggris: deoxyribonucleic acid), adalah salah satu jenis asam nukleat yang memiliki kemampuan pewarisan sifat. Struktur kimia DNA yang ada membuatnya sangat cocok untuk menyimpan informasi biologis setiap makhluk hidup. James Dewey Watson dan Francis Crick merupakan ilmuwan pertama yang mengajukan model struktur DNA pada tahun 1953.

DNA manusia walaupun ada kemiripan dengan makluk hidup yang lain (terutama primata), tetapi kita tetap “manusia” yang berbeda dari makhluk lainnya, karena manusia memiliki kemampuan berpikir, berbahasa, belajar, berbudaya, punya perasaan yang lembut, jiwa kepahlawanan, tertib, tanggung jawab, sadar untuk perbaiki diri. Mampu beriman menghayati Penciptanya, suka bermasyarakat, bisa menguasai diri, dan lain-lain.

Yohanes 10:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Yohanes 15:1-8 adalah ajakan Tuhan Yesus untuk kita tinggal (menyatu) dengan Dia, Pokok Anggur yang benar, agar kita menjadi bagai “carang yang berbuah lebat” dalam kehidupan ini. Teks mempertentangkan dengan tajam, di luar Kristus, kita tidak bisa berbuah apa-apa, akan menjadi carang yang tidak produktif, bahkan kering, dan ditebang untuk dibakar. Hanya dengan tinggal di dalam Kristus, Pokok Anggur yang benar, kita akan dimampukan berbuah lebat.
Dikaitkan dengan konsep DNA sebelumnya, jika memang kita carang yang tinggal di dalam Kristus, mestinya buah-buah anggur kita juga menunjukkan kualitas anggur yang benar (sebab Yesus adalah pokok anggur yang benar, Yunani: “aletheinos”: yang sejati, yang asli, yang sungguh!).

Apakah “DNA pokok anggur yang benar” nampak pada buah-buah lebat hidup kita? Apakah sikap, kata, perbuatan kita menampakkan (memuliakan) Kristus, sumber hidup kita? Apakah orang mengenali “kehadiran Kristus” dengan mereka melihat sikap, kata, perbuatan dan kebenaran hidup kita? 

Jika kita mengaku sebagai “murid-murid Yesus’, maka “DNA kehidupan Yesus, Pokok Anggur yang benar” harusnya ada di dalam diri kita, misalnya….

  1. Senang tinggal menyatu di dalam Tuhan, senang menaati Firman.
  2. Sifat-sifat Ilahi seperti Kristus: kasih, murah hati, sabar, adil, suka mengampuni, lemah lembut, peduli dan menolong yang menderita…
  3. Budaya rukun Keluarga Allah, sikap tanggung jawab & melayani.
  4. Mewujudkan misi Kerajaan Allah di bumi seperti di Surga. Seorang Peace Maker, yang membuat kehidupan keluarga dan dunia sekitar kita, penuh damai dan cinta kasih, sehingga orang merasakan “suasana Surgawi”…

Maukah kita menerima tawaran Kristus, untuk tinggal di dalam Dia? Maukah berusaha untuk berbuah lebat, sebagai bukti / ciri anggur yang benar? Apakah “DNA pokok anggur yang benar” itu nampak dalam hidup kita?? (PL)