Teguh di Tengah Lembah Kelam Keluarga

Bacaan:

Tanggal 1/2 Oktober 2022

“Lembah kelam” adalah situasi kehidupan yang amat buruk (terpuruk). Mungkin kita sedang mengalami masalah ekonomi yang sangat berat dan berkepanjangan, masalah kesehatan/pergumulan yang sangat membebani atau pengalaman-pengalaman pahit, duka hebat, luka batin, aib, jadi korban penipuan/ fitnah / kejahatan orang lain, kegagalan masa lalu atau situasi hidup yang begitu “mencekam” yang membebani pikiran dan psikis seluruh anggota keluarga, sehingga tidak bisa tidak, sehari-hari isinya adalah suasana “sedih & duka” dan berbeban berat. Lalu?

Mari kita belajar dari Habakuk, kita boleh berteriak kepada Tuhan, bahkan “protes” pada Allah, namun Habakuk tetap selalu tunduk, beriman, membuka hati dan membuka telinganya pada Tuhan dan firman-Nya… Dialog “protes” Habakuk dengan Tuhan Allah menjadi pelajaran berharga bagi kita yang sedang berada dalam “lembah kekelaman kehidupan” dan mungkin juga sedang protes “mengapa Tuhan”?

Habakuk: (berteriak protes) Hab. 1:1-4 Mengapa Tuhan seolah “diam”?!

Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kau dengar, aku berseru kepada-Mu: “Penindasan!” tetapi tidak Kau tolong?

Allah (menjawab) Hab. 1:5-12 Rancangan Allah sulit dimengerti manusia, maka seolah Allah tidak bertindak, padahal sedang melakukan rencana-Nya. Allah akan menghukum orang-orang jahat waktu itu melalui bangsa Babel.

Habakuk: (protes lagi) Hab. 1:12-17 Mengapa Tuhan memakai bangsa Babel (orang Kasdim) yang “ganas, suka perang & jahat” untuk menghukum?!

Allah (menjawab) Hab. 2:2-4 Tuhan Maha Adil: “Orang jahat tidak selamat”, bangsa Babel pun akan dihukum karena kejahatannya, sebaliknya umat-Nya akan diselamatkan-Nya.

Orang yang jahat tidak akan selamat, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah akan hidup karena kesetiaannya kepada Allah.

Habakuk akhirnya percaya dan memahami Allah Maha Baik & Adil, Hab. 2:5-20 Karena itu jangan hidup sembarangan, jangan sombong apalagi menjarah (2:5-8), jangan mengambil laba dengan cara tidak benar (9), jangan
mendirikan kota di atas darah (12), jangan berbuat dosa / jahat,…

Bahkan Habakuk akhirnya membuat kesimpulan (ketika kita dalam lembah kelam):

  1. Hab 2:20; 3:13 Berdiam dirilah di hadapan Allah, sebab Tuhan berjalan maju untuk menyelamatkan umat-Nya
  2. Hab 3:17-19 Sekalipun hidup kita sedang terpuruk (bagai dalam lembah kekelaman), tetap bergembiralah karena Tuhan Penyelamat dan Pembimbing hidup kita dalam situasi terburuk apapun.

Seperti rusa gunung yang akhirnya bisa terus mendaki mengalahkan medan pegunungan yang terjal, demikianlah penyertaan Tuhan akan menyertai dan memampukan kita menghadapi ganasnya medan kehidupan yang sedang kita hadapi! Tuhan beserta kita yang sedang terpuruk dalam lembah kekelaman. Haleluya, Amin! (PL)