TEGUH ATAU RUNTUH DI DUNIA YANG KERUH

Bacaan:

 

Tanggal 15/16 Mei 2021

Kehidupan manusia di dunia selalu dipenuhi dengan teka-teki yang tak tertebak. Manusia selalu diperhadapkan pada dua realita yang bertolak belakang. Sedih senang, susah-sukses, derita-harap, berpisah-berjumpa, hilang-berganti, dan masih banyak lagi. Semua realita ini membawa manusia kepada tantangan untuk dapat berdiri teguh atau runtuh di dunia yang keruh ini. Godaan untuk dapat berpaling dari Tuhan dan bernegosiasi dengan hal-hal duniawi menjadi sebuah pertarungan yang sengit untuk dapat hidup dengan iman yang utuh. Seiring berkembangnya zaman, pemikiran manusia berkembang menjadi lebih kritis. Semua hal seakan mampu dilogikakan. Namun pertanyaannya, masihkah manusia mampu untuk bertahan kepada iman yang tak bisa dilogikakan?

Bacaan Injil minggu ini berusaha mengajak kita untuk dapat berefleksi kembali tentang iman kita di tengah dunia yang semakin keruh. Bukan hanya manusia yang penuh dengan kekhawatiran akan hidup, Yesus pun memiliki kegelisahan akan hidup manusia setelah Ia naik ke surga. Yohanes 17:6-19 merupakan bagian dari doa Yesus bagi murid-murid-Nya. Doa Yesus bagi murid-murid-Nya berisi harapan agar mereka terlindungi, bersatu, bergembira, bersedia diutus, dan hidup dalam kebenaran dan kekudusan. Yesus menyadari bahwa Ia memiliki kegelisahan akan hidup yang akan dijalani para murid dan Ia mengutarakannya melalui doa kepada Allah. Dalam doa- Nya, Yesus memohonkan penyertaan Allah untuk keberlangsungan hidup para murid yang akan menghadapi situasi penuh tantangan. Yesus mendoakan para murid agar mereka mampu untuk hidup dalam iman. Dengan kata lain, Yesus menginginkan para murid agar tetap teguh dan utuh dalam menjalani kehidupan.

Hidup dalam iman yang tak bisa dilogikakan memanglah sulit. Dunia sekarang terlalu keruh, karena sudah dipenuhi dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan Allah. Lalu harus bagaimanakah hidup manusia yang mengenal Yesus? Hidup adalah persoalan pilihan. Antara memilih jalan yang ‘mudah’ atau jalan yang berliku dan berbatu. Mungkin banyak orang akan memilih jalan yang ‘mudah’ itu. Namun jalan yang ‘mudah’ itu pun memiliki kesulitannya sendiri. Jalan yang ‘mudah’ tak selalu indah. Bahkan kita pun mengetahui bahwa dalam hidup tidak ada yang mudah, kecuali kita memilih untuk meninggalkan iman terhadap Tuhan. Namun itu bukanlah pilihan yang tepat. Itu adalah jalan pintas menuju penderitaan yang tidak berujung. Dan lagi, manusia tidak pernah hidup dalam dua pilihan dalam satu waktu. Yang perlu kita lakukan sekarang hanyalah memilih untuk hidup dalam Tuhan yang pastinya akan banyak tantangan dan penderitaan. Dalam penderitaan itu pun, kita harus menyadari bahwa ada banyak orang yang mendoakan kita untuk tetap berjuang. Bukan hanya sekedar orang tua, pasangan, atau teman, namun juga Yesus mendoakan kita untuk dapat hidup dalam pilihan yang benar, pilihan untuk teguh mempertahankan iman. Dengan begitu, manusia akan hidup dengan penuh rasa syukur.

Minggu ini adalah minggu penantian yang berharga bagi para murid. Yesus yang telah bangkit berjanji untuk memberikan Roh Kudus untuk dapat menemani para murid dan semua orang yang percaya kepada Yesus dalam menjalani kehidupannya. Yesus yang telah naik ke surga sedang mempersiapkan Roh-Nya untuk dapat hidup dalam hati setiap manusia. Disaat itu, para murid hidup dalam penantian akan penyertaan Roh Kudus dalam imannya. Sudah seharusnya kita sekarang, yang sudah pasti disertai Roh Kudus, hidup lebih baik lagi. Hidup dengan mengandalkan Allah sebagai pedoman utama. Sudah seharusnya kita sekarang tidak lagi hidup sesuai dengan kemauan kita, melainkan memberi diri untuk dapat menjadi saksi bagi Allah di dunia yang keruh.

Apakah yang manusia cari di dunia ini? Kebahagiaan? Kekayaan? Kesejahteraan? Sejatinya, tak ada lagi hal yang perlu dicari manusia di dunia ini ketika manusia mampu hidup dalam Allah, hidup dalam perjuangan menjadi saksi Allah, karena Allah akan mencukupkan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia. Pada akhirnya, untuk setiap orang yang berjuang untuk hidup, berjuang untuk memilih teguh dalam iman, semoga Tuhan menyertai kita semua. Amin. (FY)