TANGGUH DI TENGAH PADANG GURUN

Bacaan:

 
 

Tanggal 20/21 Februari 2021

Tidak ada orang yang merencanakan melewati padang gurun dalam hidupnya, tidak ada orang yang bercita-cita hidup menderita/susah, membayangkan saja tidak mau!! PERTANYAANNYA ADALAH: mengapa Tuhan mengijinkan anak-anak-Nya untuk melewati “PADANG GURUN KEHIDUPAN”?. Mari kita bersama mencermati bagian dari Injil Markus 1:12-13 yang berpararel dengan Injil Matius 4:1-11. Sebagaimana Yesus dituntun oleh Roh (kehendak Bapa) ke padang gurun: peristiwa ini terjadi setelah Yesus dibaptis, sebelum Dia masuk dalam dunia pelayanan. Di padang gurun itu Yesus dicobai oleh Iblis untuk:

  1. Pencobaan ke-1: mengubah batu menjadi roti “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti” (Matius 4:3)
    Apakah tujuan dari pencobaan yang pertama ini: supaya Yesus menyelesaikan persoalan lapar itu dengan cara-Nya sendiri!! Di puncak rasa laparnya iblis tahu Yesus harus makan atau mati. Dari sini dapat kita simpulkan: iblis tahu titik lemah, lengah Yesus, iblis tahu kapan waktu yang tepat untuk beraksi. Sama dengan kita pada saat ini, di tengah “Padang gurun pandemi covid-19” iblis sangat tahu: kapan titik lemah,
    kapan titik lengah kita, kapan waktu yang tepat untuk menggencarkan aksinya. Bagaimana Yesus merespon/menyikapi peristiwa pencobaan yang pertama: Yesus tetap percaya pada Bapa-Nya, sekalipun tidak ada roti tapi kalau Allah menghendaki Dia hidup maka Ia akan tetap hidup. Bagaimana respon Saudara dan saya ketika kita tidak kunjung melihat pertolongan dari Tuhan di tengah kondisi lemas dan ketidakberdayaan karena permasalahan yang terjadi saat ini? Tetap percaya pada Tuhan atau kecewa, marah dan putus asa?
  2. Pencobaan ke-2 (Matius 4:6) “ Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah dirimu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangan-Nya supaya kakimu jangan terantuk batu”. Iblis mencobai Yesus agar Yesus mencobai Bapa-Nya. Iblis meyakinkan Yesus (ADA TERTULIS) bahwa Yesus tidak akan terluka, jangankan terluka, terantuk pun tidak!! Bagaimana dengan kita pada saat ini di tengah “Padang gurun pandemi covid-19”? Bisa jadi iblis sedang menggoda supaya kita mencobai Tuhan. Mari kita lihat bagaimana respon Yesus dengan pencobaan yang kedua ini? Yesus tidak terjebak Saudara. iblis meyakinkan Yesus dengan: ADA TERTULIS, dalam teks inipun kita jumpai Yesus ganti meyakinkan iblis dengan: ADA TERTULIS!
  3. Pencobaan ke-3 (Matius 4:8-9) “Dan iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya : “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku”. Tujuan dari pencobaan ini adalah: supaya Yesus mendapatkan hasil yang banyak dengan cara yang cepat, supaya Yesus tunduk pada 
    iblis, supaya Yesus mau bekerjasama dengan iblis (pakai caranya iblis). Dengan sikon pandemi seperti saat ini siapakah yang tidak akan tergiur bila mendapatkan imingiming harta dan kekuasaan dengan cara yang instan? Ditambah dengan zaman dan budaya saat ini adalah zaman dan budaya instan. Mari kembali melihat bagaimana Tuhan Yesus merespon dan menyikapi pencobaan yang ke-3 ini? Enyahlah iblis!! Ada tertulis!! Mari kita belajar dari Yesus, bagaimana caranya sehingga Dia mampu tangguh menghadapi “PADANG GURUN” itu? Dari tiga kali iblis mencobai Dia, Yesus selalu mengatakan: ADA TERTULIS. Itu berarti sangat jelas bahwa pencobaan di padang gurun itu dapat dilewati karena: kemelekatan-Nya dengan Allah, ketundukan-Nya dengan Allah, Yesus melawan iblis, TIDAK DIAM SAJA!! TIDAK JUGA SINGLE FIGHTER!!, YESUS TEGAS! ENYAHLAH IBLIS!! TIDAK ADA KOMPROMI (Yesus tidak memberikan celah sedikit pun).

Dalam kisah ini kita dapat melihat bahwa iblis tidak berhasil melangsungkan serangannya. Tetapi apakah kemudian dia menyerah? TIDAK!! Ia mundur daripada-Nya dan menunggu waktu yang baik. Bagaimana dengan kita Saudara?? Pertanyaan berikutnya adalah untuk apa? Mengapa Tuhan mengijinkan kita anak-anak-Nya melewati padang gurun kehidupan dengan segala pencobaan dan godaan yang ada? SUPAYA CINTA KITA PADA-NYA DIMURNIKAN. Yahhh tempat pemurnian itu namanya adalah “PADANG GURUN”, suatu tempat yang dihindari oleh banyak orang. Dengan cinta yang murni maka iman kita pada-Nya tidak akan tergoyahkan oleh apapun juga. Ingin menjadi anak Tuhan yang tangguh di tengah realitas padang gurun? Mari kita belajar dari pohon kurma. Pohon kurma adalah salah satu pohon yang bisa hidup di gurun pasir dengan cuaca yang ekstrim panas di siang hari dan sangat dingin pada malam hari, miskin air. Gambaran kehidupan pohon kurma adalah gambaran kehidupan orang Kristen yang tangguh di tengah pelbagai persoalan. Banyaknya masalah dan tantangan dalam hidup jangan membuat kita marah dan kecewa apalagi putus asa. Tantangan dan masalah “PADANG GURUN” merupakan kesempatan yang diberikan Tuhan bagi umat-Nya untuk semakin berakar dan kuat di dalam Dia. Apakah padang gurun yang harus Saudara jalani pada saat ini? Jangan putus asa, bergantunglah pada pimpinan-Nya, percaya Roh-Nya menjaga, melindungi dan menyertaimu. (RIW)