STAND BY ME

Bacaan:

 
 

Tanggal 3/4 April 2021

Awas Bahaya “kehilangan esensi yang paling penting!!”.
Bapak Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan) pernah mengungkapkan: “kita memasuki era dimana: Gelar tidak menjamin kompetensi, lulusan tidak menjamin kesiapan berkarya dan bekerja, akreditasi tidak menjamin mutu….”. Hal ini sungguh ironis, karena menunjukkan banyak orang justru kehilangan hal-hal yang paling
penting / esensi…

Kyai KH. A. Mustafa Bisri (Gus Mus), seorang kyai NU yang sangat kita hormati, pernah membuat puisi “Ketika Agama Kehilangan Tuhan”: “Dulu agama menghancurkan berhala, kini agama menjadi berhala, tak kenal Tuhan-nya, yang penting agamanya! Dulu orang berhenti membunuh karena beragama, kini orang saling membenci karena beragama….” Sungguh puisi ini “teguran keras” bagi kita sekalian yang mengaku orang beragama…

Tetapi Yohanes 20:1-20, menggambarkan peristiwa Paskah yang menceritakan hal senada, ketika Maria Magdalena datang ke kubur Yesus dihari pertama minggu itu (hari ketiga setelah Yesus disalib dan dikuburkan). Ia melihat batu kubur terguling, spontan komentar Maria adalah:

ayat 2: “Tuhan telah diambil orang dari kubur-Nya…”;
ayat 13: “Tuhan-ku telah diambil orang…”

bukankah aneh kalimat Maria: “Tuhan-ku telah diambil orang..”?! Hah, Kehilangan Tuhan?!, dampaknya Maria Magdalena bersikap “aneh” (panik) dan tidak kritis, bahkan Tuhan Yesus sendiri dikiranya penjaga taman dan dituduhnya sebagai “Pencuri”…

Tetapi, puji syukur pada Tuhan Yesus yang sudah bangkit, justru Ia sendiri yang menjumpai Maria, dan menyatakan kepedulian-Nya pada Maria: “Ibu mengapa engkau menangis?”, bahkan memanggil nama Maria secara pribadi, Yesus memanggil: “Maria”, dan memberi nasehat dan penghiburan dll. Di mana Kristus menjumpai Maria Magdalena?? Justru masih di pekuburan itu!! Di tempat di mana Maria begitu sedih dan merasa “kehilangan Tuhan”.

Titik / tempat / saat / situasi di mana kita sering begitu sedih / duka / kecewa / putus asa sehingga merasa “kehilangan Tuhan”, sering justru menjadi titik / tempat / saat / situasi di mana Tuhan menjumpai kita! Yesus menyatakan kebangkitan-Nya, membuktikan Ia bangkit untuk menemani perjalanan kehidupan kita yang penuh pergumulan. Ia bangkit dan hadir untuk peduli dengan tangisan kita, Ia memanggil kita dengan “nama pribadi” kita masing-masing karena sangat mengenal kita satu demi satu. Ia mengajar, menasehati, menghibur, menguatkan dan mengutus kita untuk juga mewartakan kebangkitan-Nya bagi semua orang agar dunia juga percaya dan mengalami kehadiran Kristus yang sudah bangkit, yang menemani perjalanan hidup kita setiap hari, dalam suka dan duka, Ia berada di sisi kita “stand by me” setiap saat!

Dengan “mata iman”, kita dapat melihat kehadiran Kristus yang sudah bangkit, dengan melihat “buah-buah kehadiran-Nya” (karya Kristus yang nyata), maka kita makin percaya, bahwa sungguh: Yesus sudah bangkit, dan sudah hadir dalam kehidupan kita sehari-hari. Jadi, Kristus sudah bangkit, untuk menemani perjalanan hidup kita! Haleluya! (PL)