SESUNGGUHNYA AKU INI HAMBA TUHAN

Bacaan:

 
 

Tanggal 19/20 Desember 2020

Hidup kita selalu saja dikelilingi berbagai rintangan dan beban berat. Seberapa kita kuat dan seberapa kita tegar sangat tergantung dari konsep iman dan konsep diri kita: apakah konsep iman kita benar, sehat dan kuat?
Apakah konsep diri kita benar, sehat dan kuat?

Kalau konsep iman dan konsep diri kita benar, sehat dan kuat, kita akan mampu seperti Maria, ketika tiba-tiba hidupnya “diinterupsi” oleh kehendak Tuhan yang hendak memberi dia tugas panggilan yang amat berat, yaitu menjadi ibu bagi Mesias, yang mana ia bisa menghadapi banyak perkara yang sukar, berat dan sangat beresiko, bahkan tidak mungkin ia bisa dirajam apabila orang menuduh dia telah berzinah (telah hamil bukan dengan Yusup tunangannya). Namun dengan begitu mendadaknya tugas berat itu ia terima, dengan begitu besar resiko yang mungkin ia akan alami, jawab Maria adalah:

“Sesungguhnya aku ini adalah Hamba Tuhan” (38), dari situ kita melihat 2 hal tersebut:

  • Konsep iman yang benar, sehat dan kuat. “Aku ini Hamba Tuhan”, Maria mengakui Tuhanlah Penguasa hidupnya, ia tunduk, ia taat, ia percaya, ia menerima apapun tugas panggilan Tuhan, ia sadar tujuan hidupnya sebagai seorang hamba, adalah melakukan yang Tuhan mau.
  • Konsep diri yang benar, sehat dan kuat. Kata “sesungguhnya aku ini adalah…” menunjukkan konsep diri yang jelas… “aku Hamba Tuhan” menunjukkan konsep diri yang benar dan sehat, ketika orang tidak menjadikan dirinya hamba uang, hamba dari seseorang, atau tidak menghamba pada keinginan dirinya, tetapi membangun diri sebagai hamba Tuhan, firman Tuhan menjadi pegangan hidupnya. Maria memiliki hati mulia ketika memilih bersedia jadi ibu bagi Mesias, agar dunia diselamatkan dan menjadi lebih baik, walau untuk itu ia mungkin harus menanggung banyak pergumulan dan penderitaan.

Orang demikian akan mampu menerima diri dan berpikir positif pada dirinya sendiri, ia berani menerima kelemahan dan kekurangan dirinya. “This is me” (aku ini adalah….) sebuah lagu dalam film The Greatest Showman, menggambarkan sikap berani orangorang yang punya “kekurangan” fisik dan berbagai kekurangan lainnya, sehingga mereka tidak lagi “bersembunyi”, minder, putus asa, sebaliknya mereka mengekspresikan segala potensi diri dalam karya seni dan melayani publik melalui keahlian mereka.

Bagaimana dengan anda? Sudahkah memiliki konsep iman dan konsep diri yang benar, sehat dan kuat?? “Siapakah diri kita? Aku ini…… “ kiranya semangat natal memberi kita semangat memperbaiki diri melalui memperbaiki konsep iman dan konsep diri yang sebaik-baiknya. Amin. (PL)