Sempurna dalam Ketidaksempurnaan

Bacaan:

Tanggal 8/9 Oktober 2022

Shalom jemaat terkasih, minggu ini kita memasuki pekan kedua bulan Oktober yang kita hayati bersama sebagai bulan keluarga. Tema besar bulan keluarga tahun ini adalah “Keluarga Tangguh”. Secara khusus minggu ini kita akan membahas bagaimana penerimaan terhadap diri secara penuh menolong kita untuk juga menerima setiap kelebihan dan kekurangan masing-masing anggota keluarga kita. Kondisi saling menerima ini yang akan menjadikan keluarga kita menjadi keluarga yang saling terbuka, penuh dukungan, penghargaan dan pada akhirnya menjadi keluarga tangguh yang siap menghadapi setiap tantangan.

Akhir-akhir ini kita menjumpai banyak sekali sikap insecure/rendah diri yang berlebihan. Seorang selalu melihat kekurangan di dalam dirinya. Ujung-ujungnya dia membenci dirinya sendiri. Orang yang memiliki sikap semacam ini sering kali juga menjadi orang yang sangat suka menghakimi orang lain. Kita bisa membayangkan jika hal ini terjadi dalam keluarga, betapa keluarga tersebut menjadi tempat yang tidak nyaman. Bacaan kita minggu ini mengajak kita untuk memahami betapa kita diciptakan dengan luar biasa oleh Tuhan:

“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”

Bacaan kita menyadarkan kita, bahwa kita diciptakan dengan luar biasa, kita sempurna bahkan ketika diri kita sendiri tidak menganggap bahwa kita sempurna. Kita sempurna dalam setiap ketidaksempurnaan yang kita rasakan. Dengan demikian kita diajak untuk menerima diri kita sepenuhnya atau dalam bahasa Inggris disebut self acceptance. Self acceptance merupakan suatu sikap penghargaan terhadap diri, menerima segala kelebihan dan kekurangan, mengetahui kemampuan dan kelemahan, tidak menyalahkan diri sendiri maupun orang lain dan berusaha sebaik mungkin agar dapat berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ketika kita memiliki penerimaan diri yang penuh, maka akan lebih mudah bagi kita untuk menerima orang lain dan menghargai keberadaan mereka.

Dibulan keluarga ini kita diajak untuk menerima diri kita sepenuhnya, entah itu fisik kita, masa lalu kita, dosa-dosa yang pernah kita lakukan dan lain sebagainya. Dengan mengolah itu dan membawanya ke hadapan Tuhan, maka kita akan dibebaskan dan siap menerima setiap anggota keluarga kita. Menghargai setiap keberadaan anggota keluarga kita dan merayakan kehidupan yang Tuhan percayakan. Amin. Tuhan memberkati. (SA)