SANG TERANG MEMBERI PENGHARAPAN BARU

Bacaan:

 
 

Tanggal 2/3 Januari 2021

Setelah merayakan Natal dan tahun baru, kini kita memasuki babak baru perjalanan hidup kita, hari Minggu pertama tahun 2021. Namun pengalaman hidup ditahun 2020 yang berat karena pandemi, membuat kita seolah berjalan dalam lorong gelap, mencari secercah cahaya pengharapan untuk masa depan. Akankah kita menemukannya ditahun baru ini?

Barangkali inilah juga yang dialami dan dirasakan umat Israel pada masa pembuangan (Yesaya31:7-14). Setelah sekian puluh tahun lamanya mereka terbuang, tanpa identitas dan pengharapan. Komunitas mereka hanya tersisa sedikit saja dan terdiri dari orang-orang yang lemah, di antaranya buta, lumpuh dan perempuan yang sedang mengandung. Menyedihkan!

Sangat mungkin dalam situasi seperti ini, mereka sudah hilang asa. Tidak ada lagi hari depan, mimpi-mimpi mereka sudah hilang lenyap! Namun, tunggu dulu. Allah tidak membiarkan umat-Nya itu larut dalam kemelut dan air mata. Yeremia diutus untuk membangkitkan pengharapan itu, “Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah … Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel! Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; … Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka;…” (Yeremia 31:7-9). Bayangkan, ketika umat itu sudah lelah, putus asa dan hanya tinggal sisa-sisanya saja, TUHAN sendiri berprakarsa, Ia memberikan pengharapan, dan pengharapan itu nyata!

Pengharapan itu bahkan diteguhkan lebih lagi melalui peristiwa inkarnasi Fiman Allah yang berkenan turun ke dunia menjadi manusia (Yoh 1:1-18). Ada dua catatan menarik dari bacaan Yoh 1:1-18 ini. Pertama, Sang Firman yang menjadi manusia ini adalah pribadi Allah sendiri! Ia begitu berkuasa menciptakan dunia ini dan mengenyahkan kegelapan :

 

Yang kedua, Sang Firman yang berkuasa itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita : “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya,”. Kata “diam/tinggal di antara kita” (skēnō) merupakan konsep penting Perjanjian Lama, misalnya dalam Keluaran 25:8,9 yang mengisahkan Israel yang diminta untuk mendirikan tenda (Tabernakel, skēnē) sehingga Allah bisa tinggal di antara umat-Nya; kehadiran-Nya benar-benar dialami dan dirasakan. Dari kisah ini kita belajar bahwa dalam kegelapan pergumulan yang kita hadapi, Allah tidak sedang bersembunyi. Ia hadir sebagai Terang yang Sejati, mengatasi, mengenyahkan segala kegelapan pergumulan kita.

Pertanyaannya: sudahkah mata batin kita melihat kehadiran Allah dalam kegelapan pergumulan kita? Bagaimana caranya? Jawabnya dengan melihat kejadian-kejadian baik di sekitar kita sebagai bentuk kehadiran Allah. Misalnya saja kita melihat selesainya tahap tiga uji beberapa vaksin Covid-19 yang mulai melihat titik terang. Ketika vaksin-vaksin itu mulai didistribusikan ke pelbagai negara dan mulai disuntikkan kepada manusia, di sana terletak pengharapan akan berakhirnya masa-masa sulit. Presiden Jokowi menyatakan bahwa pemerintah akan memberikan vaksin gratis kepada 160 juta penduduk Indonesia dengan menggelontorkan dana 144 triliun di tahun 2021. Jika vaksin tersebut masih kurang, maka akan dianggarkan di tahun 2022. Bukan hanya dibidang kesehatan, pemerintah juga mengambil peran mendongkrak ekonomi masyarakat. Sebanyak 12 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah diberikan Bantuan Langsung Tunai sebesar 2,4 juta rupiah untuk membuka/ mengembangkan usahanya. Dengan demikian kehidupan ekonomi diharapkan akan menggeliat kembali, roda bisnis segera akan berputar. Kita akan bisa menikmati kebiasaan-kebiasaan yang terhambat selama ini. Kelak anak-anak bisa kembali pergi ke sekolah, kita bisa kembali pergi ke pusat perbelanjaan, ke restoran, pergi tamasya, bertemu kembali dengan sanak saudara dan teman. Prinsipnya, segala macam yang terpendam selama sekitar satu tahun ini akan dapat terwujud kembali. Itulah beberapa bukti nyata kehadiran Allah Sang Terang Sejati yang mengenyahkan kegelapan, memunculkan secercah harapan bagi negeri kita! Sudahkah mata batin kita melihat kehadiran Sang Terang itu? (GPP)