ROH YANG MENJADIKAN KAMU ANAK ALLAH

Bacaan:

 

Tanggal 29/30 Mei 2021

Saudara, dalam kehidupan ini jikalau kita sudah mengalami hidup baru, maka sudah selayaknya kita tidak hidup dengan cara yang lama. Kita tidak dapat hidup dengan cara lama sekaligus dengan cara baru. Berbicara tentang hidup baru, rupanya hal ini sangat sulit dipahami oleh seseorang yang bernama Nikodemus dalam bacaan kita. Dalam Yohanes 3:1-17 diperlihatkan ada percakapan antara Nikodemus dengan Yesus. Siapakah Nikodemus?

Nikodemus adalah salah seorang pemimpin agama Yahudi (hal ini menunjukkan bahwa Nikodemus adalah seorang yang terhormat dan bukan orang biasa). Sebagai pemimpin agama Yahudi artinya dia adalah anggota kelompok orang Farisi yang sangat memegang teguh hukum Taurat. Orang Farisi adalah komunitas yang berseberangan dengan Yesus. Tetapi rupanya Nikodemus tidak sama seperti anggota Farisi yang lain. Sekalipun dia adalah pemimpin agama Yahudi (pengajar Israel), ia justru mau datang dan belajar pada Yesus tentang bagaimana menjadi bagian dalam Kerajaan Allah (mencari kebenaran) walaupun itu dilakukannya pada malam hari. Nikodemus berani THINK OUT OF THE BOX (cara berpikir yang tidak pada umumnya), namun demikian tetap ada beberapa pemahaman serta cara pandang yang berbeda:

  1. Yohanes 3:2, dia mengakui Yesus sebagai guru yang diutus oleh Allah (bukan mengakui Yesus sebagai mesias).
  2. Sebagai orang Farisi, Nikodemus mengakui bahwa manusia hanya dapat selamat karena melaksanakan hukum Taurat, bukan karena hal lain.

Pemahaman dan pola pikir Nikodemus jelas sangat berseberangan dengan apa yang ditegaskan oleh Yesus tentang “Kelahiran kembali” (Yohanes 3:3; Yohanes 3:5; Yohanes 3:7). Tiga kali Nikodemus mempertentangkan tentang ketidakpahamannya mengenai kelahiran kembali dan sebanyak tiga kali pula Tuhan Yesus menjelaskan pada Nikodemus, namun ia tidak memahaminya juga.

Bagaimana Nikodemus dapat memahami Yohanes 3:16 tentang keselamatan yang adalah karya Allah yang sempurna dalam Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus bila dia belum “dilahirkan kembali” ? Bagaimana dia akan dilahirkan kembali kalau dia masih belum mengerti apa itu lahir kembali? Dengan lahir kembali kita akan mengerti Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya pada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal”. Hidup kekal adalah karya Allah yang sempurna (ANUGERAH) dalam Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Apa yang dapat kita pelajari dari percakapan Yesus dengan Nikodemus?

  1. Keselamatan yang terjadi dalam hidup kita adalah anugerah Tuhan Yesus, tidak diperoleh dengan usaha manusia;
  2. Keselamatan adalah otoritas Tuhan;
  3. Kita diingatkan bahwa pengetahuan, reputasi, atribut keagamaan bukan menjadi jaminan kalau kita memahami dan menghidupi Dia.

Saudara,
Jika Tuhan sendiri memberikan teladan mempersembahkan yang terbaik yang dimiliki, yaitu Putra Tunggalnya (Kasih yang sempurna), maka apa yang akan kita persembahkan pada Tuhan dan sesama sebagai wujud ungkapan syukur ? (RIW)