PUSAT DOA: Aku atau DIA?

Bacaan:

 
 

Tanggal 17/19 Januari 2021

Apakah pandemi telah membuat kita tersadar / bertobat betapa rapuhnya diri kita? Dan apakah pandemi ini mendorong kita kemudian hidup lebih baik dengan:

  • memperbaiki kehidupan doa & hubungan kita dengan Tuhan,
  • memperbaiki hubungan dengan pasangan, keluarga dan sesama?

Apakah ini terjadi dalam diri kita? Ataukah dahsyatnya pandemi ini sama sekali belum menggetarkan hati kita sekeluarga untuk membangun spiritualitas yang lebih baik?

1 Samuel 3: 1-20, menceritakan betapa Tuhan selalu aktif berinisiatif membangun dialog dan Tuhan rindu akrab dengan kita, seperti Tuhan memanggil Samuel yang belum mengenal Tuhan secara pribadi. Di ayat 7: Tuhan berinisiatif “menyapa” Samuel agar lebih kenal dan mengerti Dia. Demikian juga bagi kita, setiap peristiwa dipakai-Nya untuk menuntun kita agar lebih mengenal dan mendekat kepada-Nya!

Sebenarnya, setiap hari setiap waktu, Tuhan selalu menyapa kita, bahkan Ia selalu menjawab doa-doa kita, memberi nasihat, Firman dan berkat-Nya. Ia juga selalu menyatakan kehendak-Nya, penghiburan, penguatan, dan panggilan-Nya kepada kita, tetapi seringkali kita tidak menyadari kehadiran, kasih dan karya-Nya tersebut. Karena itu mari kita mengasah kepekaan dan pengenalan kita pada Tuhan, dan membangun kehidupan doa yang lebih baik, dengan selalu melakukan persiapan doa, dan berdoa dengan sepenuh hati. Juga melalui berbagai disiplin rohani, baik itu melalui ibadah, merenungkan Firman, refleksi diri, melayani dan lain-lain, kita akan semakin mengenal dan semakin dekat dengan Tuhan.

1 Korintus 6: 12-20 menunjukkan spiritualitas yang sehat pasti berdampak pada hidup dan perilaku umat. Paulus sudah mengingatkan kita di ayat 12: semuanya halal, tetapi tidak semuanya berguna, karena itu kita selalu harus mengingat “memang semua boleh, tetapi apakah berguna, benar, bijak, sehat untuk diperbuat / dilakukan?” (13-14)

Paulus juga mengingatkan, jangan merasa hidup (tubuh, waktu, materi), adalah milik / hak diri kita sendiri?! Di ayat 19-20, kita diingatkan bahwa: hidup kita milik Kristus, sudah ditebus lunas, kini milik-Nya, bahkan tubuh kita adalah Bait Roh Kudus. Kiranya pandemi ini membuat kita semakin sadar, untuk semakin berserah mengandalkan Tuhan, dan semakin hidup lebih bijak, dan lebih baik! Mari kita bangun kehidupan doa dan spiritualitas diri kita yang lebih baik, dan percayakanlah semua beban dan pergumulan kita di tangan Tuhan Pemilik hidup kita, sebab ketika Tuhan menjadi pusat doa kita, maka kita makin sadar: Ia bertindak! (PL)