Panggilan Tak Terjawab dari Allah?

Bacaan:

Tanggal 25/26 Juli 2022

Apakah saudara dan saya sudah menjawab panggilan Tuhan untuk mengikut Dia? Jika sudah, apakah saudara dan saya adalah pengikut Yesus yang baik? Suatu kali Yesus bertemu dengan tiga orang yang berniat untuk menjadi pengikut-Nya (Lukas 9:57-62). Ketiganya memperlihatkan karakteristik dan respons berbeda dalam menjawab panggilan mengikut Yesus.

Orang pertama, bersifat manis di bibir. Ia berkata kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Tentu saja ini adalah niat yang baik. Namun Yesus menyadarkannya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Maksud dari perkataan ini 1.)Bahwa setiap orang yang mau mengikut Yesus harus siap ketika menghadapi kesulitan, tantangan, derita, karena beriman pada-Nya. Dikala di tempat pekerjaan, pergaulan ada sikap diskriminatif kepada iman Kristen, kita tetap harus membawa damai dan kasih Kristus [Luk. 6:22-23, Mat. 5:11-12]. 2.)Bahwa mengikut Tuhan Yesus berarti mau menyediakan tempat bagi KEPALA, suatu anggota tubuh yang paling penting dan berarti untuk berlangsungnya suatu kehidupan! Mengikut Tuhan Yesus berarti mengizinkan Ia bertahta atas segala keinginan, kehendak, rencana dan segala hal yang kita lakukan. Mengikut Tuhan Yesus bukan berarti manis di bibir. Tetapi lebih dari itu, mengikut Kristus seharusnya benar-benar mengubah cara hidup kita secara total. Kalau sebelumnya yang menjadi kepala adalah kehendak diri kita sendiri namun sekarang yang menjadi kepala adalah Tuhan Yesus.

Orang kedua, bersifat Pengelak. Tipe pengelak adalah orang-orang dengan karakteristik memberi alasan yang nampak rasional dan penuh kasih, tetapi sesungguhnya di dalam hati yang terdalam belum merespons panggilan-Nya. Ketika dipanggil Kristus, orang kedua merespons demikian: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku” (Luk. 9:59). Tentu kita berpikir bahwa jawaban orang ini merupakan jawaban yang baik, menunjukkan rasa baktinya kepada orang tua. Tetapi Yesus berkata: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.” Apa maksud dari perkataan Yesus ini? Kata-kata Yesus merupakan sindiran bahwa tugas memberitakan Injil Kerajaan Allah merupakan prioritas utama. Sebab kematian adalah suatu kepastian, tetapi tugas pemberitaan Injil adalah kesempatan berharga yang dapat kita lakukan kapanpun dan dimanapun. Selain itu perkataan orang kedua ini nampak ingin mengamankan kondisi finansialnya dengan menantikan warisan dari ayahnya dulu baru kemudian dia pergi mengikuti Tuhan Yesus. Disinilah Yesus meluruskan niat orang kedua ini, supaya pengikut-Nya tidak dikhawatirkan dengan masalah harta dan keuangan. Kita diajak untuk menjadikan kepentingan Kerajaan Surga sebagai prioritas hidup kita, memberitakan Kerajaan Allah di mana-mana, mulai dari dalam keluarga kita, lingkungan kita, tempat kerja kita, dan ditiap komunitas yang telah Tuhan berikan pada kita.

Orang ketiga, yang tidak bulat tekadnya. Di Lukas 9:61 mengisahkan bagaimana seseorang yang hendak mengikut Yesus, namun hendak berpamitan terlebih dahulu: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Yesus menjawab: “Setiap orang yang siap untuk membajak, tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” (Luk. 9:62). Mengapa Yesus mengatakan demikian? Sebab seseorang yang berpamitan dengan keluarganya dalam tradisi saat itu biasanya membutuhkan waktu yang cukup panjang, kadang bisa berminggu-minggu bahkan bisa lebih. Dalam proses tersebut bisa saja kemudian seseorang berubah pikiran dan mengurungkan niatnya untuk mengikut Kristus. Yesus ingin supaya seseorang yang mengikuti-Nya memiliki komitmen yang tetap: tidak menunda-nunda, membulatkan tekadnya tanpa keraguan hati.

Sudah siapkah kita mengikut Yesus dengan benar? 1.)Mengikut Yesus bukanlah sebuah pernyataan (manis di bibir) semata, tetapi dibuktikan dengan kesetiaan dalam masalah yang sedang dihadapi. 2.)Mengikut Yesus bukan senang menunda dan menahan kebaikan yang bisa kita lakukan bagi hidup di sekeliling kita. 3.)Mengikut Yesus tidak harus berangkat ke negeri yang jauh, tapi bisa dengan melayani-Nya di tempat tinggal kita, di pergaulan kita, di gereja kita, dimanapun kita berada. Selamat mengikut Yesus. (GPP)