MENJAGA HATI SESAMA

Bacaan:

 
 

Tanggal 5/6 September 2020

Ada beberapa sikap yang biasanya dilakukan ketika kita melihat kesalahan orang lain, yang manakah kita?

  1. Fokus pada kesalahannya: menghakimi.
  2. Membicarakannya di belakang.
  3. Membiarkan (pembiaran – bodo amat).
  4. Menegur.

Yehezkiel mengajak kita untuk kembali memahami akan panggilan kita untuk menjadi “Penjaga” (Pengingat / Penegur) bagi sesama yang hidupnya tidak sesuai dengan jalan Tuhan.

Demikian juga dengan Injil Matius 18:15-20. Tuhan juga memberikan panggilan yang begitu tinggi (jadi pengingat / penegur) bagi sesama, kita semua tetap adalah manusia biasa (sama- sama berdosa). Artinya, kita yang menegur tidak lebih baik dari yang kita tegur. Oleh karena itu mari kita evaluasi diri kita, bagaimana cara kita selama ini dalam menegur orang lain. Bagian kita adalah terbuka untuk terus diperlengkapi agar kita bisa belajar menegur orang lain dengan bijak (cerdas emosi). Orang yang cerdas secara emosi adalah orang yang mampu mengelola dan mengatasi emosi negatifnya (adaptif dan konstruktif).

Langkah yang bisa kita lakukan antara lain:

  1. Berdoa mohon hikmat dari Tuhan.
  2. (Empati) dapat memahami mengapa dia atau mereka melakukan hal tersebut dapat
  3. kita lakukan jika kita sudah memahami diri kita lebih dahulu.
  4. Cek motivasi kita (Kasih vs Benci).
  5. Pertimbangkan sejauh mana hal tersebut harus disampaikan.
  6. Komunikasikan di tempat dan waktu yang tepat, komunikasikan dengan kasih.
  7. Kembalikan hasilnya pada Tuhan.

“Apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di surga” (Mat 18: 18)
Jika yang bersangkutan mengeraskan hati maka pengampunan dari Tuhan tidak ada padanya. Jika yang bersangkutan mau mengakui dan bertobat, maka Tuhan akan mengampuninya. (RIW)