Kristus Raja yang  menyelamatkan

Tanggal 19/20 November 2022

Yeremia 23:1-6

Apabila kita perhatikan, persoalan yang terjadi pada bangsa Israel bermula dari kebobrokan para pemimpinnya (bandingkan dengan pasal 22). Ada begitu banyak pemimpin (raja, nabi, imam) digambarkan sebagai gembala yang seharusnya menjadi representasi Allah yang menuntun, menolong, melindungi dan menyelamatkan domba-Nya namun realitas yang terjadi justru sebaliknya. Para gembala tersebut justru membuat domba tersebut hilang, terserak dan tercerai-berai (Yer 23:1-2). Apabila kita bandingkan dengan terjemahan NIV “Woe to the shepherds who are destroying and scattering the sheep of my pasture!” declares the Lord. Maka kita dapat melihat bahwa kata “hilang” yang ada dalam ayat 1 menunjukkan bahwa para gembala tersebut tidak hanya membiarkan atau mengabaikan umat Allah tapi juga ada upaya menghancurkan. Gembala yang seperti ini adalah gembala yang jahat, terhadap gembala yang jahat Tuhan akan membalas perbuatan mereka. Dan terhadap domba-Nya yang hilang, hancur, terserak Dia akan “menumbuhkan tunas adil bagi Daud”, merupakan nubuat tentang kedatangan Mesias yang akan menyelamatkan umat-Nya. Inilah inti dari perayaan Kristus Sebagai raja Alam semesta yang kita rayakan pada hari ini. Sang Raja itu telah berkorban untuk kita. Kita yang sepantasnya dihukum karena dosa kita namun Yesus menerima hukuman itu demi menyelamatkan kita.

Dua hal penting perlu kita tahu dari perayaan hari ini, pertama bahwa hari ini adalah minggu terakhir liturgi lama dan minggu depan kita akan memasuki Minggu Adven yang pertama. Kedua kita merayakan Pesta Kristus raja, Yesus bukan hanya raja Orang Yahudi sebagaimana Pilatus tulis di salib tetapi Ia adalah raja di atas segala raja. Sebagai raja Yesus berbeda dengan raja yang ada di dunia. Dalam sejarah dunia ada ribuan bahkan jutaan rakyat yang mati untuk membela raja-Nya. Sebaliknya kita menghayati Raja yang bersedia mati demi menyelamatkan umat milik-Nya. Kekuasaan-Nya bukanlah untuk menguasai atau mengatur tetapi justru melayani dengan penuh kasih. Ia adalah gembala yang melindungi dan menyelamatkan. Melalui Minggu Kristus Raja kita diingatkan hendaknya Kristus sungguh menjadi Raja, memimpin kehidupan kita, mengikuti jejak langkah-Nya yang hidup penuh rendah hati dan tidak mencari kepopuleran pribadi dan bersedia menjadi gembala yang bertanggung bagi kehidupan sesama.