Keluarga Update dan Open Minded

Bacaan:

Tanggal 29/30 Oktober 2022

Dapat dipastikan bahwa orangtua pasti akan memperhatikan pertumbuhan fisik anak-anaknya, karena orangtua ingin mereka bertumbuh menjadi pribadi yang sehat. Namun apakah sebagai orangtua juga memperhatikan pertumbuhan rohani mereka? Lukas 2:52 memperlihatkan bahwa Yesus tidak hanya bertumbuh secara fisik, tetapi juga bertumbuh secara rohani. Dia menjadi remaja yang update dengan Firman Tuhan dan remaja yang open minded. Perhatikan Lukas 2:47, Yesus sebagai remaja memiliki keberanian untuk bertanya dan jawab mengenai Firman Tuhan dengan alim ulama yang adalah orang dewasa, hal ini menunjukkan bahwa Yesus memiliki pemikiran yang terbuka terhadap kemampuan dirinya sebagai remaja untuk berhadapan dengan orang dewasa. Mengapa Yesus berani bertanya dan menjawab para alim ulama? Terlepas dari privilege nya sebagai Anak Allah, tentu karena Dia mau belajar Firman Tuhan!! Apakah Saudara menginginkan agar anak Saudara memiliki pertumbuhan rohani yang baik dan memiliki pemikiran yang terbuka terhadap karunia yang dimiliki dalam diri? Hal tersebut tidak dapat terjadi begitu saja. Sebagai orangtua kita harus menuntun mereka untuk cinta pada Firman Tuhan dan terbuka terhadap berbagai kemampuan diri.

Sebagaimana remaja Yesus mengalami perubahan (Lukas 2:51-52) bertambah besar secara fisik, bertambah hikmat (perkembangan intelektual, emosi dan penguasaan terhadap Firman Tuhan. Maka sebagai orangtua diajak untuk menyadari bahwa jaman berubah, generasi berubah. Anak-anak yang Tuhan percayakan kepada kita tidak dapat kita samakan dengan anak-anak pada jaman dan generasi kita!!! Sebagai orangtua kita diajak untuk menjadi orangtua yang update dengan perkembangan dan perubahan anak-anak kita, baik perubahan: internal (pertumbuhan fisik, psikis, rohani) dan eksternal (jaman, generasi).

Tidak hanya update dengan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, orangtua juga diajak untuk memiliki pola pengasuhan yang open minded. Zarra dalam bukunya Helping Parent Understand the Minds and Hearts of Generation Z mengemukakan 3 jenis Pola Asuh yang seringkali diterapkan oleh orangtua terhadap generasi Z:

  1. Pola asuh Helicopter-Bulldozer, pola pengasuhan yang menekankan otoritas orangtua terhadap anak.
  2. Pola asuh Distant Frenzied & Enabling, pola pengasuhan yang cenderung tidak mau terlibat dalam kehidupan anak, tetapi punya intervensi yang kuat terhadap anak.
  3. Pola asuh Even-keel Informed, pola pengasuhan yang mengedepankan komunikasi setara bukan searah, mengedepankan keteladanan, menjadi sahabat bagi anak.

Yang manakah pola asuh Saudara? Belajar dari orangtua Yesus, kita diajak untuk memiliki Pola asuh yang update dan open minded. Betapa khawatir dan lelahnya mereka ketika mereka sadar Yesus tidak bersama mereka dan mereka harus mencari Yesus! (Lukas 2:48) bisa saja Maria memilih “REAKTIF”. Apa yang dilakukan?

  1. Maria belajar mendengar dengan penuh perhatian. Komunikasinya setara dan buka searah.
  2. Maria berbicara dengan tegas namun tidak mengesampingkan empati.
  3. Maria memahami, menerima tidak menghakimi.
  4. Maria dapat mengatur emosi dan mengendalikan dirinya (tidak reaktif).
  5. Maria mengasuh Yesus dengan bijaksana. Dia paham kapan harus berbicara kapan harus diam.

Apakah dampak dari pengasuhan yang open minded?

  1. Yesus menjadi pribadi yang berani, percaya diri, bertanggung jawab.
  2. Yesus memiliki kemampuan berelasi dengan baik.
  3. Menjadi pribadi yang matang sesuai perkembangan usia.

Terlepas dari privilege bahwa Dia adalah Anak Allah. Apa yang terjadi pada Yesus (anak tukang kayu tapi out of the box) itu tidak lepas dari pola asuh orangtuanya.

Selamat menjadi orangtua, anak-anak dan keluarga yang update dan open minded  (RIW)