Kami dan Seisi Rumah Kami

Bacaan:

Tanggal 23/24 Oktober 2021

Harus disadari bahwa saat ini kita hidup berdampingan dengan berbagai generasi. Masing-masing generasi memiliki nilai, kebiasaan, gaya hidup yang berbeda sesuai zamannya. Maka tak jarang perbedaan ini seringkali menjadi jurang. Hari ini kita diingatkan: benar, jurang perbedaan tersebut tidak dapat dielakkan. Perbedaan tersebut dapat berdampak positif jika dikelola secara tepat. Namun sebaliknya jika tidak dikelola dengan baik maka dapat menimbulkan ketegangan dan penurunan relasi. Sedangkan sebagai generasi yang lebih dulu ada (tua) kita memiliki tanggung jawab untuk: bersama mereka (generasi zaman now) mengelola jurang gap, menolong mereka (generasi zaman now) untuk tetap memiliki kedekatan dengan Tuhan sesuai dengan zaman mereka. Kisah tentang Yosua mengingatkan kita: di tengah banyaknya tawaran pilihan, tugas kita adalah menolong mereka (generasi penerus kita) memiliki pilihan yang benar!!

Yosua 24:15, juga menunjukkan kegalauan bangsa Israel. Apakah mereka akan memilih beribadah kepada allah nenek moyang mereka, allahnya orang Amori ATAU beribadah kepada Tuhan Allah yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir menuju ke tanah Perjanjian. Yosua memberikan nasihat-nasihat dan peringatan kepada orang Israel agar setia kepada Tuhan, tidak berpaling kepada berhala atau ilah lainnya. Kalimat “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” ini adalah bentuk ketegasan Yosua bahwa ia dan seisi rumahnya bertekad tetap setia beribadah kepada Tuhan. Tuhan tidak menjadikan manusia seperti robot yang dikendalikan sebuah remote pengontrol. Manusia diberikan kebebasan untuk menentukan apa yang menjadi pilihannya. Dalam kisah ini, Yosua melontarkan pilihan pada bangsa Israel, apakah mereka memilih beribadah kepada Tuhan atau kepada illah lain. Yosua tidak memaksakan bangsa Israel harus memilih beribadah kepada Tuhan, tetapi Yosua mengingatkan bangsanya untuk menentukan pilihannya yang tepat!! INGAT: dunia mengajar kita untuk membuat pilihan (dengan pikiran kita). Tuhan juga mengajarkan kita untuk membuat pilihan (dengan hikmat Tuhan, melibatkan Tuhan dalam setiap pilihan dan keputusan yang kita ambil). Beberapa hal yang perlu kita perhatikan berkaitan dengan keputusan untuk melakukan pilihan yang benar, di antaranya adalah:

  1. MOVE ON
    Tidak dapat dipungkiri bahwa bangsa Israel memiliki masa lalu, dari generasi ke generasi mereka selalu tergiur dengan tawaran dunia dan akhirnya jatuh pada pilihan dan keputusan yang salah!! Oleh karena itu supaya pilihan dan keputusan yang diambil benar, syaratnya adalah harus MOVE ON. Bagaimana dengan kita, bapak, ibu, Saudara, apakah kita sudah move on dari hidup yang lama?
  2. Prioritas Relasi
    Yosua memberikan kesempatan kepada bangsa Israel untuk memilih allah mana yang akan mereka sembah. Mengapa demikian? Ada kekhawatiran yang diperhatikan oleh Yosua terhadap bangsa Israel. Bukan karena mereka tidak mau menyembah Allah, namun mereka menyembah Allah tapi juga menyembah ilah-ilah yang lain.
  3. Libatkan Tuhan
    Jika kita memiliki relasi yang baik dengan Dia, maka dapat dipastikan Dia juga adalah pribadi yang akan kita libatkan dalam setiap pengambilan keputusan dari pilihan kita.
  4. Menjadikan keluarga sebagai sebuah kesatuan untuk bersama-sama menyembah dan melayani Tuhan (Intergenerasional). Yosua 24: 15b “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

Perhatikan ketegasan Yosua dalam ayat di atas, Yosua dan keluarganya memilih untuk tetap setia kepada Tuhan. Pernyataan tersebut diucapkan Yosua di depan seluruh orang Israel, sebagai tekad, teladan dan kemantapan imannya yang tidak bisa ditawar-tawar. Ketegasan dan komitmen Yosua seharusnya menjadi teladan bagi para orang tua untuk memimpin seisi keluarganya, bukan saja sekedar membawanya ke tempat ibadah, namun mendidik setiap anggota keluarga ke dalam pengenalan akan Kristus. Disinilah tantangannya: anak kita, itu bukan kita. Zaman kita, itu bukan zaman mereka. Oleh karena itu kita tidak dapat memaksakan mereka agar mereka memiliki model spiritualitas yang sama persis dengan kita. Tugas kita adalah mengenalkan dan menghadirkan Tuhan sesuai dengan zaman mereka. Ketika dunia ini menawarkan pilihan-pilihan yang menggiurkan (ilah lain), ingatlah kembali bahwa Saudara sudah MOVE ON dari hidup yang lama. Prioritaskan relasi dengan-Nya, libatkan Tuhan dalam setiap pengambilan keputusan, jangan lupakan kebaikan-kebaikan Tuhan seperti yang diberikan pada Israel (Yosua 24:1-13), bersyukurlah pada-Nya dengan tetap beribadah pada Dia. Selamat memilih yang benar!! (RIW)