Is God Transforming the Church? (Allah Mentransformasi Bait-Nya?)

Bacaan:

 
 

Tanggal 6/7 Maret 2021

Lunturnya niat dan tujuan mulia yang semula, sering terjadi dalam kehidupan kita. Ada perkumpulan olah-raga jalan pagi yang semula bertujuan baik untuk bersama menjaga kebugaran, akhirnya malah menjadi semacam perkumpulan makan pagi bersama, karena makan pagi menjadi lebih “menarik dan utama”, daripada niat semula jalan / olah raga pagi.

Lunturnya niat dan tujuan mulia semula juga nampak dalam kehidupan Bait Allah di zaman Yesus (Yohanes 2:13-22). Dulu berniat membantu dan menolong para peziarah (jemaat) yang ingin ibadah, namun “kesulitan” menyediakan hewan korban sendiri, dan sebagian juga kesulitan menyediakan mata uang dirham sebagai bea Bait Allah, terlebih para Peziarah yang datang dari luar negeri tentu akan sangat tertolong dengan pelayanan jasa penyediaan hewan korban dan penukaran uang dirham. Namun lama-kelamaan niat tulus luntur, tinggal semangat bisnis jual beli di Bait Allah, maka Bait Allah menjadi seperti pasar saja. Maka, Tuhan Yesus menegur dengan keras, membuat “semacam cambuk” untuk mengusir semua orang dan binatang korban, menghamburkan dan membalikkan meja-meja penukar uang. Teguran keras Kristus bertujuan agar semua orang kembali memurnikan niatnya datang ke Bait Allah, yang menjadi rumah damai dan kasih bagi semua orang, yang melayani dunia dengan tulus. Apalagi, hari Paskah akan segera dirayakan (ayat 13), mestinya diisi semangat mensyukuri karya Penyelamatan dari Allah yang membebaskan umat-Nya dari perbudakan di Mesir, dengan menghidupi kasih dan ajaran kasih Tuhan bagi sesama / dunia. Makna ibadah syukur akan kasih Allah, justru ditenggelamkan oleh hiruk pikuk “pasar pementingan diri sendiri”!

Mari kita sekalian mawas diri, jangan-jangan kita pun juga sedang “luntur” atau kehilangan semangat kasih semula, lunturnya tujuan dan nilai luhur? Jangan-jangan kita juga sedang luntur dalam kasih kita pada Tuhan dan sesama? Atau bahkan pudar / luntur kasih kita pada pasangan dan keluarga / anak / orang tua?

Teguran Yesus dalam Yohanes 2:15 mengajak kita mentransformasi (memperbaiki) diri kita, marilah kita “memurnikan” kembali…

  1. Apakah “dasar hidup” dan tindakan kita, masih kasih yang tulus?!
  2. Sudahkah kita menjadi bagian dari “tubuh Kristus” yang aktif melayani bahkan berkorban bagi sesama?
  3. Berjuang mewujudkan dunia sebagai “Rumah Bapa” (Kerajaan Allah yang mewujud di bumi), sehingga damai sejahtera dinikmati semua makhluk;
  4. “Rombak Bait Allah ini” (ayat 19), Kristus Kepala Gereja mengajak kita untuk berani mereformasi gereja kita secara terus menerus, agar misi Kerajaan Allah di dunia makin terwujud melalui hidup gereja Tuhan.

Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-21 GKI Gejayan (didewasakan: 3 Maret 2000), mari mereformasi gereja kita untuk siap menjadi Gereja generasi ke-4 (Gereja Digital yang melayani secara “Digitalog = Digital (Online/Daring) + Analog (Onsite/Luring)”, atau menjadi gereja yang melayani secara lebih maksimal, dengan melayani baik yang hadir (onsite) maupun yang ada di luar gereja melalui pelayanan digital yang semakin baik lagi.

Semangat men-transformasi gereja, harus dimulai dari semangat mentransformasi diri kita masing-masing (karena gereja adalah orangnya). Juga men-transformasi kehidupan spiritualitas keluarga kita masingmasing, dan men-transformasi persekutuan / komunitas kita agar makin aktif melayani mereka yang berada di luar persekutuan. Inilah yang Tuhan harapkan, gereja yang hadir untuk dunia, bukan sekedar sibuk dengan kegiatan sendiri di dalam gereja. GKI Gejayan Selamat Ulang Tahun, Tuhan memberkati. Amin. (PL)