Skip to content

Info Sakramen Perjamuan Kudus

Sakramen Perjamuan Kudus GKI Gejayan

Shalom keluarga GKI Gejayan yang terkasih.

Pada hari Jumat, 2 April 2021 akan dilayankan Sakraman Perjamuan Kudus. Perjamuan Kudus kali ini akan kita rayakan baik bagi jemaat yang mengikuti kebaktian tatap muka / onsite di gereja, maupun jemaat yang mengikuti kebaktian online dari kediaman masing-masing.

Bagi jemaat yang akan mengikuti kebaktian Perjamuan Kudus secara online dari kediaman masing-masing, dapat mempersiapkan :

  • Roti: jenis roti tidak ditentukan, namun diharapkan menjiwai kesederhanaan untuk kekhidmatan. Roti dipotong dengan ukuran tidak terlalu besar dan berukuran sama untuk setiap anggota keluarga yang mengikuti Perjamuan Kudus.
  • Anggur: anggur dapat diganti air teh / air putih / air sirup sesuai kebutuhan anggota keluarga. Untuk gelas yang dipakai diharapkan ukuran tidak terlalu besar dan berukuran sama untuk seluruh anggota keluarga.
  • Dalam pelaksanaan Perjamuan Kudus di rumah, orangtua (ayah / ibu) yang akan bertindak melayani / sebagai imam.

Yang paling utama adalah sikap kita dalam menghayati makna pengorbanan Yesus yang rela disalib untuk menebus dosa umat manusia, maka marilah kita tetap menjaga suasana khidmat dan khusuk selama Perjamuan Kudus dilaksanakan.

Sesuai dengan Tata Gereja dan Tata Laksana GKI Bab VIII pasal 25: 2, maka yang diperkenankan mengambil bagian dalam Sakramen Perjamuan Kudus adalah anggota sidi dan anggota sidi gereja lain sebagai tamu yang tidak berada di bawah penggembalaan khusus.

Anak-anak yang sudah menerima baptisan kudus anak diperkenankan ikut ambil bagian dalam Sakramen Perjamuan Kudus.

Pelayanan Sakramen Perjamuan Kudus di rumah atau di rumah sakit ditiadakan, kecuali ada permintaan khusus, maka dimohon untuk menghubungi kantor gereja.

Pelayanan Sakramen Perjamuan Kudus pada ibadah onsite maupun online tetap mengikuti protokol kesehatan.

Mempertimbangkan Panduan BPMS Surat No.: 261/BPMS-GKI/SEKR/VI/2020, tertanggal, 4 Juni 2020 tentang Panduan Kebaktian dimasa pandemi, maka bagi yang hadir dalam kebaktian onsite di gereja:

  1. Roti (hosti) dan air anggur/teh sudah diletakkan di meja-meja, ada yang di bawah altar, maupun yang dekat tempat duduk jemaat, sehingga mengurangi antrian dan hemat waktu;
  2. Tidak ada prosesi membawa baki perjamuan kudus ke altar;
  3. Mengawali perjamuan, para petugas (diutamakan penatua) berdiri di belakang meja-meja yang tersedia sebagai simbol yang melayani adalah tetap penatua;
  4. Umat akan berbaris dan maju satu-persatu ke depan atau ke tempat meja terdepan untuk mengambil roti beserta air anggur/teh (sekaligus);
  5. Para penatua yang bertugas menggunakan face shield dan masker, serta mencuci tangan dengan hand sanitizer sebelum dan sesudah melayani;
  6. Umat akan makan dan minum bersama-sama, dipimpin Pendeta yang melayani, sesuai formulir liturgis perjamuan kudus yang dipersingkat;
  7. Setelah minum air anggur/teh perjamuan umat meletakkan gelasnya di bawah kursi (sementara saja);
  8. Selesai perjamuan kudus, sambil meninggalkan tempat umat dihimbau membawa gelas perjamuan kudusnya untuk ditaruh di tempat gelas yang disediakan (atau langsung ke tempat sampah);
  9. Umat hanya membuka masker/face shield pada saat makan dan minum bersama, setelah itu masker/face shield kembali digunakan;
  10. Ritual Perjamuan Kudus dalam masa pandemi memakai liturgi yang telah diringkas/ disederhanakan. Bagian “Pengantar” untuk sementara tidak diucapkan. Doa Bapa Kami dibacakan (tidak dinyanyikan).
  11. Salam Damai ditiadakan.

Mari kita persiapkan diri sebaik mungkin untuk mengikuti perjamuan kudus tersebut, kiranya Allah Roh kudus sendiri yang akan menyertai dan melengkapi persiapan kita sekalian.