Skip to content

IBADAH KAMIS PUTIH 1 APRIL 2021

Kamis Putih tahun ini masih kita rayakan di rumah atau di kost kita masing-masing. Walaupun begitu hal ini tidak mengurangi suka cita dan kekhusyukan kita dalam menyambut Tri Hari Suci untuk mengenang Pengorbanan Yesus dan cinta-Nya bagi kita. Tema Ibadah Kamis Putih tahun ini adalah “ DARI MEJA MAKAN KE MEJA ALTAR”. Tema ini diangkat dari realita kehidupan bergereja kita selama pandemi dimana keluarga dan persekutuan kecil kita (misal di kost) menjadi basis kehidupan bergereja yang tidak terelakkan. Beribadah di rumah / kost kita masing-masing menjadi sebuah budaya baru yang harus kita lakukan dalam kehidupan bergereja. Oleh karena itu meja makan kita masing-masing menjadi meja altar persekutuan kita bersama Tuhan dan sesama. Ketika kita diperhadapkan dengan realita ini, maka kita bukannya semakin lemah dalam kehidupan beriman, namun justru semakin kuat karena kehidupan bergereja yang demikian juga dilakukan oleh leluhur kita pada masa gereja perdana. Dalam Kisah Para Rasul 2:41-47 dijelaskan bahwa jemaat mula-mula bersekutu di rumah-rumah, memecah roti, makan bersama dan berbagi hidup bersama. Dengan contoh dari jemaat mula-mula ini, maka ibadah Kamis Putih dalam rangka mengenang perjamuan terakhir dan juga keteladanan Yesus yang mencintai manusia melalui pembasuhan. Maka kita pun sekarang diundang untuk melakukan hal yang sama.

Apa saja yang harus disiapkan?

  1. Roti / makanan lain yang akan digunakan untuk perjamuan kasih. Dalam perjamuan kasih ini anggota keluarga akan saling menyuapi satu suapan kepada anggota lain dan mengatakan “aku mengasihimu”.
  2. Baskom pembasuhan dan juga lap. Setiap anggota akan bergantian melakukan pembasuhan kepada anggota keluarga lainnya. Ucapkan “aku mau melayanimu” ketika saling membasuh kaki.
  3. Jika anda berada di kost, maka ajaklah tetangga kost atau teman dekat anda untuk menyiapkan hal yang sama seperti point 1 dan 2 di atas.
  4. Ketika proses perjamuan kasih maupun pembasuhan, pastikan kamera HP/laptop/ kamera lain yang digunakan dapat menangkap gambar aktifitas keluarga yang sedang perjamuan kasih dan pembasuhan, karena akan ditayangkan di Youtube.
  5. Ketika ibadah usai, disarankan bagi jemaat untuk tetap duduk bersama dengan keluarga dan momen ini dapat dijadikan momen rekonsiliasi dalam keluarga. Anggota keluarga dapat saling mengutarakan isi hati mereka yang selama ini dipendam: hubungan yang kurang baik antara suami dan istri, orang tua dengan anak, mertua dengan menantu, ipar dengan ipar dan lain sebagainya. Sampaikanlah semua isi hati kita dengan penuh kasih dan biarlah keluarga dipulihkan melalui momen ini.

Mari kita mempersiapkan Ibadah Kamis Putih ini dengan sepenuh hati, seperti Kristus yang mencintai kita dengan sepenuh hati. Tuhan memberkati ! (SA)