DIA Allah yang Hidup

Tanggal 5/6 November 2022

Seberapa keyakinan anda bahwa Allah benar-benar Hidup dan berkarya dalam hidup anda? Beragam pendapat/keyakinan orang pada hal tersebut, misalnya:

Pendapat 1: “Allah yang Hidup” hanya merupakan hasil imajinasi pikiran manusia saja, untuk menghibur dan menenangkan diri di saat susah/menderita

Pendapat 2:  Allah yang Hidup hanya kisah dalam Alkitab (Kitab Suci) saja…

Pendapat 3:  Allah memang dulu Hidup, tetapi sekarang tidak lagi? tidak terasa?

Pendapat 4:    Allah memang Hidup, tetapi Ia tidak sebaik yang kita duga, Ia bertindak “semau-Nya”, Allah kadang bertindak kejam juga, contoh:

Perasaan Ayub 9:6-9: Ayub merasa Allah telah menyiksa dirinya

6     Ketahuilah bahwa aku sedang disiksa Allah, dan ditangkap dalam perangkap-Nya.

7     Aku meronta karena kekejaman-Nya itu,

8     Allah menutup jalanku, aku tak dapat lewat, lorong-lorongku dibuat-Nya gelap pekat.

9     Ia merampas hartaku semua, dan nama baik ku dirusakkan-Nya

Pendapat 5Allah benar-benar Hidup, Ia Maha Baik dan Ia Sahabat-ku!

(terjemahan Bahasa Indonesia sehari-hari ayat 27:) “Dengan mata-ku sendiri Dia akan ku lihat, dan bagi-ku Dia menjadi sahabat”

Pendapat manakah yang sesuai keyakinan/pengalaman diri anda?

 

Mari kita belajar “lompatan iman” Ayub, ia yang semula sangat “marah” pada kekejaman Allah (pendapat 4), kini berbalik percaya dan bahkan yakin Allah adalah Sahabat-nya yang baik (pendapat 5)? Mengapa terjadi “lompatan iman”?!

 

Memang semula Ayub membuat kesimpulan betapa merana/tragis hidupnya!

19: 1-5    Ayub merasa disakiti, dihina dan dianiaya para sahabatnya

19: 6-13  Ayub merasa diperlakukan secara kejam dan tidak adil oleh Allah

19: 14-22   Ayub merasa dilupakan, dihina, ditinggalkan semua orang dekatnya

19: 23-24   Semua nasib malangnya sudah ia catat, bagaikan jadi bagaikan “prasasti Kehidupannya” yang begitu tragis, menderita dan tanpa harapan!

 

Mari belajar cara Ayub melakukan lompatan iman dengan meyakini:

  1. 19:25-26 Allah adalah Penebus! Baik di masa kini maupun di masa mendatang!
  2. 19:26-27 Meyakini pasti kita akan melihat Allah” hadir dan bertindak, kita akan melihat dengan mata kepala kita sendiri, itu akan menjadi pengalaman pribadi diri kita sendiri, bukan lagi “katanya orang lain”… 27: “Dengan mataku sendiri Dia akan ku lihat, dan bagiku Dia menjadi sahabat” (terjemahan BIS)
  3. 19:27 Melihat dari sudut pandang Allah Sahabat yang baik dan dapat dipercaya, berarti percaya bahwa Allah sedang merencanakan yang baik dan pasti Ia akan bertindak pada waktu-Nya! Ia Sahabat yang hidup akan menjadi pengalaman pribadi yang nyata dalam kehidupan sehari-hari kita!  Ia membawa pengharapan hidup, baik di saat kini semasa kita hidup, maupun kelak saat kita “dipanggil Tuhan”(di balik kematian)(ay. 26), Ia tetap Allah yang hidup!

 Mari kita belajar melakukan “lompatan iman” seperti Ayub! Haleluya!