Menenun Persatuan

Mei 20, 2023Berita Mimbar

Menenun Persatuan| NTT atau Nusa Tenggara Timur dikenal sebagai Flobamorata (Flores, Sumba, Timor, Alor, Lembata) merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, NTT juga memiliki warisan budaya yang banyak. Salah satu warisan budaya tersebut adalah menenun. Kain tenun di NTT dihargai mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta setiap potongnya. Mengapa kain tenun NTT mahal? Karena untuk menghasilkan selembar kain tenun membutuhkan effort yang luar biasa. Kain tenun dihasilkan dengan menyatukan antara benang yang satu dengan benang yang lain. Dalam setiap potongan kain tenun juga memiliki nilai sejarah, cerita, kearifan dan filosofi. Di NTT sendiri, mereka percaya bahwa tenun merupakan wujud hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta atau leluhur. Bahkan sebelum tenunan dibuat biasanya diadakan doa terlebih dahulu. Hal ini menjadi simbol bahwa kain tenun menjadi sesuatu yang penting buat mereka, bukan hanya sebagai penutup tubuh.
Apakah relevensi kain tenun NTT dengan Firman hari ini? Bagian bacaan kita hari ini menceritakan doa Yesus untuk para murid, supaya: Para murid menjadi satu (tidak terpisah-pisah) agar mereka mampu menghadapi dunia yang menolak dan membenci mereka, para murid menjadi satu atau lebih tepatnya mempertahankan kesatuan dengan Sang Bapa sebab Bapa adalah sumber kekuatan mereka (Yohanes 17:9-10)
Mengapa “persatuan” menjadi penekanan yang penting untuk para murid saat itu, mari kita cermati bersama: Yesus tahu dan mengerti kesedihan, kegelisahan, ketakutan para murid saat itu. Yesus sangat tahu betapa keruhnya dunia yang akan dihadapi para murid ke depan tanpa Dia. Keruhnya dunia itu bukan tidak mungkin akan membuat mereka terpisah satu dengan yang lain tetapi juga terpisah dengan Bapa.
Dalam mengarungi dunia yang keruh itu, bila para murid, kita saat ini tidak memiliki iman yang kuat (persatuan dengan Dia – seperti kain tenun yang terjalin kuat) maka bisa saja mereka kelelahan, bosan, menyerah dan putus asa.
Dengan iman yang kuat dan teguh di tengah dunia yang keruh, kita murid-Nya akan menjadi: Orang percaya yang tidak mudah menyerah dan payah iman, sekalipun dunia yang kita tinggali dan hidupi saat ini dipenuhi dengan pergumulan yang menyesakkan. Kita juga akan dimampukan menghayati karya pemeliharaan Allah yang nyata dalam hidup kita. Terutama pemeliharaan-Nya atas iman kita
Realitas tentang dunia yang keruh tidaklah bisa kita pungkiri apalagi kita hindari. Tuhan memang menempatkan kita di tengah dunia yang tidak mudah, namun Tuhan tidak membiarkan kita sendiri. Dia berdoa buat saudara dan saya. Jadi jangan takut dan gentar, milikilah kehidupan iman yang kuat (persatuan dengan Dia melalui hubungan pribadi kita dengan-Nya), maju jalani kehidupan ini dengan tetap melakukan tugas perutusan kita (beritakan Injil-Nya). (RIW)