Berbagi Kisah Perbuatan Ajaib Tuhan

Tanggal 21/22 Januari 2023

‘Ku suka menuturkan cerita mulia,
cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.
‘Ku suka menuturkan cerita yang benar,
penawar hati rindu, pelipur terbesar.

Lagu di atas adalah penggalan dari Kidung Jemaat 427: 1 yang menggambarkan tentang kesukaan menuturkan cerita tentang Tuhan dan cinta-Nya. Dengan menuturkan atau menceritakan kembali cinta Tuhan justru menjadi penawar hati dan penghiburan. Sudahkah kita mengingat dan menceritakan cinta kasih Tuhan kepada sesama?

Beriman adalah mengingat dan menuturkan kembali (melalui sikap hidup) pengalaman bersama Sang Cinta – Allah Tri Tunggal. Iman Kristen meneruskan cara beriman Yahudi yang menekankan pentingnya mengingat dan menceritakan kembali kisah iman turun-temurun kepada anak-cucu. Dalam Mazmur 78, Bani Asaf mengingat dan menceritakan perbuatan besar Allah bagi nenek moyang Israel di masa lalu. Allah begitu setia dan menuntun umat Israel kepada kebenaran. Tindakan-tindakan Allah yang tidak disampaikan oleh generasi tua kepada generasi sesudahnya harus dituturkan kembali. Asaf adalah generasi yang menerima pengajaran dari leluhurnya (ayat 3). Ia ingin meneruskan pengajaran itu pada generasi sesudahnya dengan cara meneladankan hidup berimannya pada generasi sesudahnya. Asaf mengajak serta anak-anak Israel untuk turut serta menaikkan puji-pujian kepada Tuhan. Anak-anak bersama dengan para orang tua memuji Tuhan dan mendengarkan pengajaran di rumah ibadat. Isi materi pujian dan pengajaran adalah tentang keajaiban-keajaiban yang dilakukan oleh Tuhan serta pengalaman hidup bersama Allah. Dengan karya-Nya yang ajaib, Israel diselamatkan oleh Tuhan.

Dengan mengingat, kita tidak melupakan kebaikan Tuhan. Dengan menceritakan kembali, kita berbagi kisah kasih Allah bagi orang yang ada disekitar kita. Pengalaman iman tentang perbuatan Ajaib Allah perlu diceritakan dan dituturkan kembali. Hal itu bisa dimulai melalui sikap dan keteladanan hidup yang menunjukkan kasih Allah, sehingga orang lain juga dapat merasakan kasih Tuhan. Amin.