ALLAH Masih Terus Berkarya

Bacaan:

Tanggal 15/16 Januari 2022

Kita dapat melihat kisah ini dari dua sudut: Pertama, pihak pengantin yang kekurangan anggur (pihak yang perlu ditolong). Kedua, pihak yang menolong keluarga pengantin yang kekurangan anggur. Suatu saat mungkin kita pernah ada di posisi yang pertama (menjadi orang yang mengalami kekurangan / perlu ditolong), tapi disaat yang lain kita juga bisa ada di posisi yang kedua, menjadi orang yang menolong.

A. Bagaimana jika kita ada di posisi pengantin yang kekurangan anggur / perlu ditolong?

  1. Libatkan Dia, ijinkan Dia turut campur tangan dengan cara-Nya. Jangan batasi dengan cara kita. Percayakan hidup kita pada-Nya.
  2. Datanglah pada-Nya
    Sebagaimana Maria datang pada Yesus menceritakan persoalan yang dihadapi oleh keluarga mempelai, datanglah pada Dia, beritahukanlah kesulitanmu!!
  3. Taat pada-Nya
    Dalam teks kita tampak bahwa Maria dan para pelayan taat pada Yesus (Yohanes 2:6-8). Persoalannya belajar taat dalam kesulitan itu bukan perkara yang mudah, seringkali kesulitan hidup menggoda kita untuk tidak taat kepada Dia.
  4. Belajar Sabar
    Pertolongan Tuhan tidak pernah terlalu cepat atau terlalu lambat.
  5. Kebutuhan vs Keinginan
    Tuhan akan mencukupkan apa yang menjadi kebutuhan kita dan bukan keinginan kita.
  6. Bersyukur dan mencukupkan diri
    Belajar bersyukur, karena bersyukurlah yang membuat kita bahagia.
  7. Anggur yang terbaik
    Sadarilah bahwa melalui masalah (kekurangan), sebenarnya Tuhan sedang menyimpan anggur yang terbaik untuk anaknya yang taat.
  8. Dia sanggup
    Jika Tuhan Yesus sanggup mengubah air menjadi anggur, maka Dia juga sanggup mengubah keadaan hidup / pergumulan hidupmu, tidak ada yang mustahil bagi Dia.

B. BAGAIMANA KETIKA KITA DIJADIKAN TUHAN SEBAGAI PENOLONG?

  1. Miliki kepedulian
    Di tengah krisis dan kekurangan anggur itulah peran Maria (Ibu Yesus) tidak dapat diabaikan, karena ia tahu masalah yang sedang dihadapi oleh keluarga mempelai (kekurangan anggur). Maria menyampaikan hal itu pada Yesus “Mereka kehabisan anggur” (Yoh 2:3). MARIA PEDULI, TIDAK TUTUP MATA!!
  2. Selidiki motivasi kita
    Mari kita merenungkan kembali apakah motivasi kita ketika kita menolong? Jika pertolongan yang kita berikan berdasarkan pamrih, maka kita akan kecewa. Siapakah yang mendapatkan kehormatan dalam peristiwa perkawinan di Kana itu? Bukan para pelayan, bukan Maria apalagi Yesus, tetapi tuan rumah yang bahkan tidak tahu apa yang terjadi di belakang.
  3. Aku vs Mereka
    Jika Ia mengubah air tawar itu menjadi anggur yang terbaik, itu bukan hanya untuk diri kita sendiri. Anggur terbaik itu ditujukan untuk orang banyak. Apa pergumulan / kesulitan Saudara hari ini? Masih ragukah datang pada Dia? Yesus sanggup memberi yang terbaik buat Saudara!!

Jika hari ini Saudara melihat orang di sekitar kita mengalami pergumulan hidup, apakah yang Saudara lakukan? Allah masih terus berkarya, dan Dia rindu berkarya melalui tangan-tangan kita. Mungkin kita berkata apakah mungkin lewat aku? Lihat siapa yang Tuhan pakai untuk menolong tuan pesta? Para pelayan!!! Siapakah kita? (RIW)