AKU TELAH MELIHAT ALLAH

Bacaan:

 
 
 

Tanggal 26/27 Desember 2020

Rasa-rasanya adalah sesuatu yang mustahil apabila kita harus melihat Allah secara langsung pada diri-Nya sendiri. Oleh karena itu, sebenarnya yang dimaksudkan dari tema “melihat Allah”, adalah “melihat kehendak Allah”. Entah disadari atau tidak, khususnya di tengah pandemi covid-19, sebenarnya kita dipanggil untuk melihat apa yang menjadi kehendak Allah di tengah terjangan wabah yang tidak pandang bulu ini. Apabila selama hampir 1 tahun ini kita diajak untuk kembali bergantung kepada Tuhan, memerhatikan keluarga, memiliki solidaritas di antara sesama manusia dan seluruh ciptaan yang lain, maka kiranya berbagai perenungan selama pandemi itu yang menjadi kehendak Allah untuk kita kerjakan di dalam kehidupan kita.

Pandemi ini juga mengajarkan kita untuk memiliki sikap yang bertanggungjawab di dalam kebebasan layaknya seorang anak dan bukan seorang hamba yang melakukan sesuatu karena terpaksa atau di bawah bayang-bayang hukuman dan peraturan sebagaimana dimaksudkan di dalam Galatia 4:6-7. Ambil saja contoh yang paling sederhana mengenai tugas dan tanggung jawab dalam hal beribadah. Meskipun kita bebas memilih siaran ibadah online dari gereja manapun, kita juga dibebaskan mau beribadah jam berapapun, mau ibadah dengan pakaian rapi dan tertib, atau ibadah dengan pakaian dan muka kusut karena baru bangun tidur, kita bebas melakukannya, paling hanya anggota keluarga kita yang mengetahuinya. Namun apabila kita tetap menjalani peribadahan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab, maka itu adalah sikap seorang anak yang baik, yang walaupun memiliki ruang untuk tidak taat, namun memilih untuk taat!

Maka, biarlah di ibadah minggu terakhir tahun 2020 ini, kita berkomitmen agar Roh Anak Allah Yesus Kristus sungguh berkuasa di dalam kehidupan kita, membentuk mentalitas dan karakter kita sebagai anak-anak Allah yang meniru teladan Kristus Yesus (Gal. 4:6). Dengan demikian kita bisa senantiasa melihat kehendak Allah dan kita dimampukan untuk melakukan kehendak-Nya itu, sehingga orang-orang pun bisa melihat kehadiran Allah melalui kehidupan kita! Tuhan memberkati, Amin. (Padepokan Kailasa, Putra Padas)