Keteladanan Cinta “ PEMULUNG dilarang masuk!!!”
(27/28 Peb '10) Anda pasti sering menemukan kalimat larangan di atas, hampir di setiap kompleks perumahan, dimanapun dibangun sebuah kompleks perumahan. Menurut Anda kenapa larangan dibuat ? Orang bisa menafsir macam-macam, tetapi minimal ada persepsi yang ingin dimunculkan : ‘Sandal baru saya hilang, pasti ada pemulung masuk kompleks ini!’ Anda tahu maksud saya,pasti Anda tahu. Sekarang saya balik kondisinya, bagaimana kalau Anda seorang pemulung atau bapak Anda pemulung dan Anda menemukan tulisan larangan tadi ditulis di kompleks perumahan Anda? Berarti larangan itu ingin mengatakan : PEMULUNG dilarang tinggal dikompleks perumahan ini. Apapun yang Anda pahami dari larangan di atas, pasti akan bermakna untuk meremehkan profesi PEMULUNG.
YESUS adalah seorang PEMULUNG dalam keteladanan kasih-NYA. Berulangkali YESUS meneladankan kasih-Nya untuk mengasihi dan menerima orang yang hancur hatinya dan bahkan dibuang oleh masyarakatnya. Bukankah YESUS PEMULUNG dengan semua kasih-Nya? Teks kita minggu ini (Lukas 13:34-35) memang tidak mengatakan YESUS adalah pemulung tapi coba perhatikan Lukas menggambarkan YESUS seperti induk ayam yang ingin mengumpulkan anak-anak dan anak-anaknya tidak ada yang mau. Kenapa Yesus tidak memakai gambaran binatang yang lain yang gagah dengan kuat kuasanya seperti singa, harimau, serigala ? Kenapa hanya induk ayam yang tidak punya kekuatan, kuasa? YESUS punya KASIH yang lebih besar artinya bagi YESUS untuk menghasilkan perubahan. Perenungan ini menarik, karena Yesus tidak pernah mau tampil dengan kuasa yang hanya menghadirkan kekuasaan politik tetapi menghadirkan damai sejahtera bagi banyak orang. KASIH seekor induk ayam tidak pernah memaksa, tetapi kasih induk ayam akan menjaga anak-anak dengan seluruh kekuatannya. Perhatikan kejadian 15 : 6, dengan IMAN, Abram diperhitungkan oleh ALLAH dan dibenarkan. Abram dalam pergumulan (Kejadian 15:2), ketika ditemui oleh ALLAH. Tidak ada anak dalam pernikahan Abram dan dia mulai tua. Allah mencari dan menjumpai Abram untuk mengangkat dari keterpurukan secara emosi, karena ketiadaan anak sebagai ahli warisnya. Bahkan Allah mengikat perjanjian-Nya dengan Abram (ay. 5,7-19; ay. 18) Allah rela merendahkan diri-Nya untuk memulihkan umat-Nya. ALLAH yang tidak terjangkau oleh kita, datang dalam Yesus untuk memulihkan kita. YESUS adalah PEMULUNG. Buanglah larangan : “PEMULUNG DILARANG MASUK !!” Mohon maaf kalau renungan ini tidak berkenan untuk aparat kampung (RT;RW) yang sudah terlanjur memasang larang pada PEMULUNG. Istilah ini hanya saya pakai untuk sebuah perenungan. Hadyan Tanwikara
- Artikel:

